Business

 Businesses   Products & Services   Clients   Team 

SABDA DRUPADI is a Dream Maker company.

Together, we set your goals, creating ideas and strategies to build your dreams to then pursue it.

With the approach of communication, SABDA DRUPADI also accommodate numbers of additional tools consisting special units such as creative event organizer, campaign strategist, and fund raising-sponsorship activity. To achieve all of the above you only have get through one door, for an efficient service in terms of time, human resources, and cost.

 

Our Services Our Clients Our Professionals

Public Relations untuk Seniman, Karya Seni dan Budaya.

Mengapa Seniman Memerlukan PR ?

Oleh : Dimas Fuady | Founder – CEO Sabda Drupadi

Mengapa seniman memerlukan PR? Demikian pertanyaan singkat yang dikemukakan oleh Anthony Mora, Pendiri dan CEO Anthony Mora Communications Inc, dalam sebuah artikelnya.

 Tidak butuh waktu lama bagi saya yang sudah terpancing untuk segera menjawabnya. Dengan berbekal setumpuk buku dan jurnal ilmiah mengenai public relations, jemari saya siap mengetuk-ngetukkan keyboard komputer jinjing saya dengan berbagai alasan ilmiah –klise- bahwa public relations diperlukan oleh semua institusi bahkan individu, selama ia memiliki atau berhubungan dengan para pemangku kepentingannya.

 Namun dengan pengalaman saya selama lebih dari sepuluh tahun berkecimpung di dunia media dan komunikasi, baik sebagai jurnalis maupun praktisi PR, membuat saya urung untuk buru-buru menjawabnya. Kenyataannya saya lebih tertarik untuk mengamati dunia seni dan budaya serta kesenimanan yang terdapat di sekitar saya, dan sejauh mana PR sanggup memenuhi kebutuhan komunikasi mereka dengan khalayaknya selama ini. Karena pada kenyataannya PR bak berada di menara gading bagi seniman, karya seni dan budaya, khususnya yang bersifat non-mainstream atau non-industri. Dalam praktiknya PR hanya dalam pengertian aktivitas membuat membuat siaran pers, menempel poster, membuat buku program dan berbagai aplikasi teknis lainnya sebatas konteks urusan publikasi. Dalam kapasitas PR yang sempit itulah, sehingga pada akhirnya PR hanya memberikan dampak yang minim bagi seniman, karya seni dan budaya.

Banyak kasus pertunjukan teater, pameran seni rupa, pemutaran film, pertunjukan musik klasik, hingga diskusi sastra, meskipun sarat konten yang berkualitas namun menghadapi kenyataan pahit lantaran sepinya audiens. Kita sudah berada di ujung cerita bahwa kenyataan tersebut merupakan cerminan dari minimnya apresiasi khalayak. Buah dari minimnya peran dan sentuhan aktivitas PR.

 Kita mengharapkan ada hasil yang jauh berbeda bila sedari awal sudah menyiapkan segudang cerita, menyiapkan lahan bagi seniman, karya seni dan budaya, membuat lansekap media komunikasi dan jalur distribusi pesan, serta membangun aliansi strategis dengan khalayak sasaran. Kita tidak hanya membicarakan karya seni dan budaya sebagai hasil akhir, tetapi sesuatu yang lebih, yaitu ketika karya seni dan budaya tersebut direspon dan diserap dengan antusias oleh masyarakat.

 Meski demikian tidak selalu layak secara ekonomis bagi seorang seniman untuk mempertahankan layanan dari sebuah perusahaan PR yang kerap kali mengenakan tarif sangat mahal untuk sebuah pendekatan PR. Sabda Drupadi telah mengembangkan paket untuk membantu Anda membuat, mengembangkan dan meluncurkan kampanye Anda sendiri. Sebagai perusahaan PR yang dikhususkan bagi seni dan budaya, Sabda Drupadi akan membawa Anda melalui seluruh proses PR, termasuk mengembangkan cerita Anda, menciptakan lapangan bagi Anda, menulis siaran pers yang efektif, membangun daftar media, memanfaatkan internet, dll.

Pendekatan ini telah dikembangkan secara khusus untuk seniman, karya seni dan budaya. Kami bisa membuktikan fakta bahwa keberhasilan dapat diukur dalam satu cara, yaitu ketika dampak cerita Anda memiliki kesan bagi masyarakat. Bagaimana Anda mengembangkan dan menceritakan kisah Anda, akan membuat perbedaan antara seorang seniman yang hanya sibuk berjuang dan seniman yang sukses dalam pelarian.

IT’S OUR CHOICE TO BE YOUR PARTNER

Oleh: Sakya Anindhita Wiradisuria / Co-founder & COO Sabda Drupadi Kreasindo

  You think you know someone or something until you are aware there are challenges, and you are there not by fate but by choice, which to solve it.

DDemikian hal yang ada di benak kita saat suatu hal dirasa sudah kita kenal dengan baik, hingga suatu saat kita dihadapkan dengan sebuah tantangan yang amat besar. Merupakan sebuah pilihan bagi kita, untuk tetap bertahan dan mencari solusi hingga tercapainya sebuah cita-cita.

Saya akan mengawali artikel ini dari awal perkenalan saya dengan sebuah paduan suara mahasiswa yang saya rasa besar bukan hanya dari nama besar institusi pendidikan di belakangnya, pula dari para pelatih profesional, tetapi juga dari komitmen dan kecintaan mereka terhadap dunia musik. Selama lebih dari dua dekade, secara konsisten mereka mengikuti ajang-ajang kompetisi lokal, nasional, dan internasional untuk menaikkan kemampuan musikalitas dan organisasional.

Paragita pada tahun 2012 ini berhasil menjadi pertisipan kompetisi bergengsi 25th Bela Bartok International Choir Competition di Debrecen, Hungaria yaitu sebuah langkah menuju ajang kompetisi European Choral Grand Prix. Singkat cerita, kondisi ini menciptakan tantangan yang besar karena harus memberangkatkan 50 penyanyi ke Hungaria untuk mengikuti ajang kompetisi internasional dan tak sedikit dana yang dibutuhkan.

Dengan semangat membawa dunia kesenian non-arus utama ke masa depan yang lebih ajeg dan jernih, Sabda Drupadi dipercaya untuk mendukung Paragita dalam mencapai visi mereka, yaitu menjadi paduan suara mahasiswa Indonesia bertaraf internasional.  Selaku konsultan, kami kemudian melakukan pemetaan permasalahan, merumuskan strategi, dan merancang konsep “kendaraan” yang akan mengantarkan ide-ide kepada publik.

Terinspirasi dari Albert Einstein, “imagination is more important than knowledge” maka sudah menjadi visi Sabda Drupadi dari awal bahwa tidak ada impian yang terlalu liar. Setiap impian itu mungkin untuk diwujudkan. Lalu apakah dengan impian dan imajinasi saja kemudian mereka akan terealisasi dengan begitu saja? Tentu tidak. Bagi kami keliaran mimpi itu seakan harus diuji kesiapannya bak produk komersil, melalui perencanaan dan strategi yang matang. Komitmen dan kepemilikan (ownership) penting kemudian untuk tetap mempertahankan profesionalitas dan kinerja.

Selama kurang lebih 6 bulan, kami menjadi partner Paragita mewujudkan impian mereka. Berusaha untuk meyakinkan mereka dengan skema bertindak dan berpikir di luar dari kebiasaan bukan menjadi perkara mudah pada awalnya. Perlu melalui beberapa kali pertemuan dengan pembeberan fakta dan elaborasi konsep yang jelas. Dengan strategi, pemetaan yang matang, dan perencanaan yang jernih pun kami lakukan.

Memahami kemampuan dan visi komunitas tersebut kemudian mengemasnya dengan pendekatan komunikasi merupakan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh mereka.

#Hungryforparagita, sebuah strategi kampanye yang khusus kami rancang untuk Paragita yang bertujuan untuk meningkatkan awareness (kepekaan) publik terhadap misi mereka tersebut. Diharapkan dengan demikian dapat mendongkrak engagement (keterlibatan) masyarakat umum, pemerintah, maupun swasta dalam membantu mewujudkan misi tersebut melalui kegiatan:

  • PR campaign:

a. Social Media Campaign (Twitter, Facebook, Website)

b. Mass media campaign (TV, Radio, media cetak & online), 

c. Pendistribusian newsletter dan siaran pers.

  • Fundraising: menciptakan merchandise berupa buku tulis ramah lingkungan
  • Event Organizer: ”Flash Mob Choir & Art Show”

Top